Safari Dakwah Ramadan IMM Syafi’i Ma’arif UMKLA: Menghidupkan Masjid, Menguatkan Dakwah di Tengah Masyarakat

Klaten – Bulan Ramadan menjadi momentum istimewa untuk menebar kebaikan sekaligus memperkuat nilai-nilai dakwah di tengah masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Syafi’i Ma’arif Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) melalui kegiatan Safari Dakwah Ramadan (SADARA) yang berlangsung selama empat hari dengan berbagai rangkaian kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan.

Melalui program ini, para kader IMM tidak hanya belajar dalam ruang diskusi, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk menghidupkan masjid, mempererat ukhuwah, serta berbagi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (7/3/2026) dengan aksi berbagi takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya menebarkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Setelah pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama kader IMM, yang dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat koordinasi internal organisasi.

Memasuki hari kedua, Ahad (8/3/2026), kegiatan SADARA berfokus pada aspek kesehatan masyarakat melalui layanan cek kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah, Perum Taman Melati Ceper, dan disambut antusias oleh warga sekitar.

Selain layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan kajian Ramadan yang disampaikan oleh Ketua Umum PK IMM Syafi’i Ma’arif, Immawan Ilham Perdana Putra. Dalam kajian tersebut, ia mengangkat tema tentang pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari upaya menjaga kesempurnaan ibadah puasa.

“Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Menjaga lisan adalah salah satu kunci agar puasa membawa keberkahan dalam kehidupan kita,” ungkap Ilham dalam kajian tersebut.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika kegiatan hari kedua ditutup dengan buka puasa bersama masyarakat, yang berlangsung dalam nuansa hangat dan penuh keakraban.

Sementara itu, dua hari terakhir kegiatan (Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026) difokuskan pada bidang pendidikan. Para kader IMM hadir di MI Muhammadiyah Candirejo untuk membersamai kegiatan Pondok Ramadan bagi para siswa.

Dalam kegiatan ini, kader IMM berperan sebagai mentor yang membimbing siswa dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an, memahami tata cara ibadah, serta menyampaikan kisah-kisah islami yang inspiratif melalui metode yang interaktif dan edukatif.

Sebagai penutup kegiatan, PK IMM Syafi’i Ma’arif juga melakukan pentasyarufan wakaf Al-Qur’an kepada sejumlah siswa MI Muhammadiyah Candirejo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan Safari Dakwah Ramadan ini, para kader IMM belajar bahwa ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada tataran teori, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan SADARA menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar di bangku kuliah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Semangat berbagi dan pengabdian yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi ruang lahirnya karya nyata dan kontribusi positif bagi sesama.