UMKLA Dorong Gen Z Berani Berbisnis: Seminar Kewirausahaan Bongkar Rahasia Tumbuh dari Kecil ke Besar

Klaten – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Muhammadiyah Klaten sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan bertema “Dari Receh ke Growth: Gen Z Belajar Manajemen dan Wirausaha” pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang B.1.4 UMKLA ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan tentang dunia bisnis dan pengelolaan usaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Dr. Retno Yuli Hastuti, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kes Jiwa selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), serta Rahmawati Riantisari, S.E., M.M selaku Kaprodi S1 Manajemen. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muh. Ikhlazul Jihad, diikuti sambutan Ketua Panitia Sevanya Nur Salsabela. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir.

“Tema ‘Dari Receh ke Growth’ ini sangat relevan bagi Gen Z. Kreativitas, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi adalah modal utama untuk berkembang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dekan FISHUM Dr. Retno Yuli Hastuti memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Meski berlatar belakang kesehatan jiwa, ia menekankan bahwa aspek mental sangat berkaitan dengan jiwa kewirausahaan.

Gen Z sering menghadapi tekanan mental yang membuat mereka ragu memulai usaha. Mental itu harus dilawan. Gen Z harus tumbuh menjadi wirausahawan yang tangguh, inovatif, dan adaptif, pesannya.

Seminar menghadirkan dua narasumber inspiratif. Materi pertama disampaikan oleh Noviadry Nur Tamtama, S.E., M.M selaku Dosen Manajemen UMKLA, yang membahas “Mindset Berwirausaha bagi Generasi Z”. Ia menegaskan bahwa pola pikir yang kuat, adaptif, dan berani mengambil risiko merupakan fondasi utama untuk memulai bisnis, terutama bagi generasi muda yang sedang merintis karier.

“Gen Z itu generasi yang paling dekat dengan peluang, tetapi juga yang paling cepat merasa tidak siap. Karena itu, sebelum bicara modal atau strategi, yang pertama harus dibenahi adalah mindset. Wirausaha itu bukan soal besar kecilnya bisnis, tapi soal keberanian memulai, konsisten belajar, dan tahan banting ketika gagal. Kalau mentalnya kuat, bisnis sebesar apa pun bisa dibangun dari langkah kecil,” jelas Noviadry.

Materi kedua dipaparkan oleh Muhammad Arofik, Owner Hara Chicken, yang mengisahkan perjalanan bisnisnya dari usaha kecil—hanya sebuah gerobak yang dikelola dua orang—hingga kini berkembang menjadi perusahaan besar dengan lebih dari 1000 karyawan dan berbagai outlet di banyak kota di Indonesia.

“Bisnis saya dulu cuma bermula dari satu gerobak dan dua orang. Tapi mimpi saya waktu itu jauh lebih besar dari gerobaknya. Dalam wirausaha, mimpi itu bukan sekadar angan-angan, dia adalah kompas. Kalau kita punya tujuan yang jelas dan berani jalan terus, sekecil apa pun mulaiannya, bisnis itu akan tumbuh. Yang penting jangan takut bermula dari ‘receh’, karena dari situlah ‘growth’ itu lahir,” tutur Arofik.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi Gen Z, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk berani mengambil risiko, menghadapi dinamika bisnis, dan merintis usaha sejak dini. Semangat tersebut selaras dengan komitmen Program Studi Manajemen UMKLA dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing dan berjiwa entrepreneurship menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai kampus yang terus mendorong inovasi dan kemandirian, UMKLA berkomitmen menjadi ruang tumbuh terbaik bagi Generasi Z untuk mengembangkan kompetensi bisnis, kepemimpinan, dan kreativitas digital. Program, kegiatan, dan ekosistem pembelajarannya dirancang agar mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga siap berkarya dan berwirausaha di dunia nyata. UMKLA membuka peluang seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang ingin tumbuh menjadi generasi visioner, adaptif, dan berkarakter. Saatnya berproses, berprestasi, dan berkembang bersama UMKLA.